Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018
Pengertian dan Fungsi Klausa Klausa adalah satuan dalam sebuah bahasa yang terdiri dari beberapa kata, sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat. Klausa dikatakan berpotensi menjadi kalimat karena secara sekilas dia terlihat sama dengan kalimat, perbedaan hanya terdapat pada ketiadaan intonasi dan tanda baca pada klausa. Secara teori unsur atau inti klausa adalah Subjek (S) dan Predikat (P), tetapi dalam prakteknya, unsur subjek sering dihilangkan sehingga tidak tertulis, tetapi tetap dapat ditemukan secara eksplisit. Contohnya : Bersama dengan saya, andi datang membawa semua bukti. Pada kalimat itu terdapat tiga klausa yaitu : Besama dengan Saya (Tidak ada subjek) Andi Datang Membawa semua bukti (tidak ada subjek, tetapi kita mengerti bahwa yang membawa semua bukti itu adalah Andi) Ciri -Ciri Klausa Klausa memiliki beberapa ciri-ciri, antara lain sebagai berikut ·          Memiliki su...
RUKUN-RUKUN HADITS Dalam kajian ilmu   Hadits dikenal unsur-unsur Hadits. Unsur-unsur Hadits tersebut adalah sesuatu yang membentuk sebuah hadits. Sehingga dengan adanya unsur-unsur hadits tersebut dapat diketahui tanda-tanda sebuah hadits, yang dengan ciri-ciri atau tanda tersebut dapat diketahui karakteriktik Hadits. Unsur -unsur Hadits tersebut menjadi penanda untuk dapat mengidentfikasi sebuah Hadits. Secara periwayatan Hadits ada tiga unsuratau rukun yang membentuk sebuah Hadits. Ketiga unsur atau rukun tersebut adalah : 1.       Rawi, yakni subjek periwayatan, perawi atau yang meriwayatkan hadits. Yang dimaksud dengan rawi adalah orang yang menerima, memelihara dan menyampaikan Hadits dengan menyertakan sandaran peiwayatannya. Jadi ada tiga aktfitas yang dilakukan oleh rawi Hadits, yakni نقل, وضبط وتحرير (memidahkan, memelihara dan menyampaikan). Sebagaiamana dalam ilmu hadits Riwayat bahwa Hadits yang diwurudkan oleh Nabi saw lalu diter...
RUKUN-RUKUN HADITS Dalam kajian ilmu   Hadits dikenal unsur-unsur Hadits. Unsur-unsur Hadits tersebut adalah sesuatu yang membentuk sebuah hadits. Sehingga dengan adanya unsur-unsur hadits tersebut dapat diketahui tanda-tanda sebuah hadits, yang dengan ciri-ciri atau tanda tersebut dapat diketahui karakteriktik Hadits. Unsur -unsur Hadits tersebut menjadi penanda untuk dapat mengidentfikasi sebuah Hadits. Secara periwayatan Hadits ada tiga unsuratau rukun yang membentuk sebuah Hadits. Ketiga unsur atau rukun tersebut adalah : 1.       Rawi, yakni subjek periwayatan, perawi atau yang meriwayatkan hadits. Yang dimaksud dengan rawi adalah orang yang menerima, memelihara dan menyampaikan Hadits dengan menyertakan sandaran peiwayatannya. Jadi ada tiga aktfitas yang dilakukan oleh rawi Hadits, yakni نقل, وضبط وتحرير (memidahkan, memelihara dan menyampaikan). Sebagaiamana dalam ilmu hadits Riwayat bahwa Hadits yang diwurudkan oleh Nabi saw lalu diter...